Figur Inspiratif: Randy Pausch
Randolph Frederick "Randy" Pausch lahir pada tanggal 23 Oktober 1960. Ia adalah Profesor di bidang ilmu komputer dan interaksi manusia-komputer dan design di Universitas Carengie Mellon di Pittsburgh, Pennsylvania. Ia dikenal untuk beberapa ajarannya seperti "Pentingnya Membuat Teknologi Lebih Ramah Kepada Pengguna" dan "Manajemen Waktu".
Tetapi bagian yang paling menarik perhatian adalah ketika ia mempresentasikan ajarannya yang disebut "Menggapai Mimpi-Mimpi Masa Kecilmu". Ajaran ini juga disebut "Ajaran Terakhir" , berdasarkan kondisi terakhirnya saat mempresentasikan ajarannya.Didiagnosa Menderita Kanker
Pada tahun 2006, ia didiagnosa menderita kanker di pankreasnya. Ia kemudian melakukan operasi untuk menghentikan kanker, tetapi tidak sukses. Dokter melanjutkan ke eksperimen selanjutnya, melakukan perawatan radiasi yang bisa meningkatkan kemungkinan hidup selama 5 tahun sebanyak 45 persen. Setelah melakukan eksperimen itu, beberapa tes menunjukkan bahwa ia sudah terbebas dari kanker. Tetapi, tidak lama kemudian hasil CT Scan terbaru menunjukkan bahwa ada 10 tumor di hatinya. Dokter berkata, ia hanya memiliki enam bulan untuk hidup.
Pausch hampir saja membatalkan ceramahnya karena vonis bahwa hidupnya tidak lama lagi. Ia harus memilih antara melangsungkan ceramah atau tinggal di rumah untuk mempersiapkan segala sesuatunya saat Pausch meninggal nanti. Pausch mendiskusikan masalah ini dengan istrinya Jai, yang memintanya untuk tetap tinggal di rumah. Jai menyarankan bahwa Pausch seharusnya menghabiskan sisa waktunya dengan tiga anaknya, bukan memberikan ceramah. Tetapi Pausch memaksa untuk memberikan ceramah, Ia berkata "Anakku akan mengingat diriku lewat ceramahku."
Ajaran yang Tak Pernah Terlupakan
Dia, kemudian menyampaikan "Ajaran Terakhir" di depan lebih dari 450 hadirin di Auditorium McConomy Universitas Carnegie Mellon. Bukannya menyampaikan ajaran dengan penuh haru atau atmosfer yang menyedihkan, ia menyampaikan dengan ajaran dengan ceria dan penuh tawa. Ceramahnya itu dibagi menjadi tiga bagian : menggapai mimpi masa kecil, membantu yang lain dalam menggapai mimpi, dan aku sudah belajar. Ia menerima tepuk tangan yang panjang untuk ceramahnya itu.
"Ajaran Terakhir" menarik perhatian luas dari media internasional. Dan kemudian di publikasikan dalam sebuah buku berjudul "Ajaran Terakhir" sama persis seperti ceramahnya di Universitas Carnegie Mellon. Buku ini diterima dengan baik, dan meraih tempat nomor satu di New York Times daftar bestseller selama 80 minggu berturut-turut. Tetapi, akhir ceritanya tidaklah manis. Randy Pausch meninggal karena komplikasi kanker pankreas pada 25 Juli 2008. Kematiannya membuat sedih banyak orang terutama mereka yang sudah banyak ditolong olehnya. Randy sangat suka membantu orang-orang untuk meraih mimpi masa kecil.
Beberapa hari sebelum kematiannya, ia membuat video perpisahan dengan mata berkaca-kaca. Ia sangat mencintai keluarganya. Di video itu ia berkata, "Untuk anak-anakku, penting bagimu untuk tahu, bahwa ayah tidak pernah menyerah, dan kamu harus tahu betapa aku mencintai kalian, dan sangat menyedihkan baigku bahwa aku tidak bisa berada di sana, tetapi kamu harus tahu meskipun aku tidak ada bersamamu, bukan berarti aku tidak menyayangimu". Bahkan orang sekuat dirinya pun menunjukkan bahwa ia tetap manusia dan rapuh sebelum kematiannya.
"Kuncinya adalah untuk tetap bertanya, apakah kamu menghabiskan waktumu di sesuatu yang benar? Karena hanya waktulah yang kamu punya” - Randy Pausch, The Last Lecture
